Monday, 29 July 2013

ELEONORA





Aku berasal dari kaum yang terkenal dengan semangatnya yang membara dan hasrat yang menggebu. Orang-orang menyebutku gila; namun pertanyaan yang muncul belum kunjung terjawab, apakah kegilaan merupakan kecerdasan yang tertinggi atau bukan - apakah begitu menganggungkan - apakah begitu mendalam - semua tidaklah tumbuh dari pikiran semata, namun berasal dari puncak tertinggi kekuatan intelektual. Mereka yang bermimpi di siang hari memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap berbagai hal yang luput dari pandangan mereka yang hanya sanggup bermimpi di malam hari. Dalam pandangan mereka yang kelabu mereka menangkap sekilas keabadian dan getaran-getaran, dan dalam terbangun, mereka sadar telah berada di tepi rahasia besar. Dalam sekejap, mereka mampu memahami kebaikan yang diajarkan oleh kebijaksanaan dan hanya sedikit pengetahuan mengenai keburukan yang mereka resapi. Meskipun demikian, mereka tampaknya mengarungi samudera “cahaya tak terlukiskan” yang begitu luas membentang tanpa penunjuk arah atau tanpa kayuh, persis seperti petualangan ahli geografi Nubian, “agressi sunt mare tenebrarum, quid in eo esset exploraturi.”

Monday, 24 June 2013

Andai Aku yang Buat Skenario, Andai.



Andai Aku yang Buat Skenario, Andai.

Ini sih umpamanya
Umpamanya ya
Umpamanya Aku buat cerita negri dongeng atau barang romantic lainnya
Ceritaku dinovelin
Terus umpamanya lagi cerita itu di sinetronkan
Sinetronnya booming, umpamanya
Dibuatlah film
Umpamanya laku
Dunianya istana
Istana khas bangsa yang belum dikasih nama
Disana keren

SITUATION




(Kamis,20/06/13). “Kayak’e sih Santai-santai wae ki.. Kayak’e sih Tenang Lancar wae ki.. Asline yo Galau dewe. Amsyong!” ß Status Facebook ku yang udah aku hapus. Dan kakakku langsung mengkonfirmasi lewat telpon dari Jakarta. Dan aku menjawab “Hehe.. Enggak.” Aku nulis catatan ini mungkin karena situasinya juga mendukung. Malam, hujan, di kamar dan habis nonton film. Perahu Kertas, Maudy Ayunda. Hwhw..

Wednesday, 19 June 2013

Harapan





“Kalo kamu terus-terusan membandingkan Harapan dan Realita, jangan harap tuhan mengabulkan harapanmu selanjutnya”.

Harapan dalam hidup itu sangatlah baik, bisa menjadi motivasi ataupun standard target, capaian dan rencana yang harus dicapai/dilakukan. Harapan atau yang juga biasa disebut impian, hope ataupun dream ini bisa dimaksudkan untuk cita-cita atau cinta, mungkin juga berbentuk do’a. Membahas harapan jadi ingat waktu zaman Sekolah Dasar (SD), mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa masa-masa sekolah khususnya saat SD itu, kita telah/mencoba melakukan hal yang repot/rempong atau tidak afektif karena 2 kali kerja, yaitu: 1. Menggantungkan Cita-cita/Harapan setinggi langit, dan 2. Meraihnya kembali. Ah, Eksplorasi anak dibawah umur itu. Mamaku sering bernasehat sebelum aku berangkat sekolah. Pada zaman SD sebelum aku berangkat ke sekolahan, mamaku selalu menepuk pundakku dan dengan sok misterius bilang “Nak, teruslah bermimpi”. Dan aku pun menaatinya, tidur di kelas.

Tuesday, 12 March 2013

Kisah Ratu Debbie dan Kekasihnya, Tony.


Kisah Ratu Debbie dan Kekasihnya, Tony
Pada suatu hari, hiduplah seorang ratu fiktif bernama Ratu Debbie, yang memerintah daerah tempat kisah ini berlangsung, kisah yang sebenarnya dikarang-karang saja . Daerah fiktif ini memiliki pohon lollipop yang tumbuh di mana-mana, tikus-tikus bernyanyi yang melakukan semua pekerjaan, dan singa buas fiktif yang menjaga istana dari musuh fiktif. Ratu Debbie punya kekasih bernama Tony, yang tinggal di kerajaan tetangga yang fiktif. Karena mereka hidup begitu berjauhan, Debbie dan Tony tidak dapat sering-sering bertemu, tapi terkadang mereka keluar makan malam dan menonton film, atau melakukan berbagai hal fiktif bersama-sama.

Friday, 23 November 2012

MY SECOND MAMA




Hay. Masih disuasana musim hujan, sambil bersandar ditembok kamar aku nulis tulisan ini. Semua orang rumah sudah tertidur, terakhir adalah suara bapakku yang membangunkan adikku yang tertidur di depan tv agar masuk ke kamar. Aku cuma mau bilang dan cerita kalo aku kangen nenekku (super grand-Ma) <<ibu dari ibunya ibuku, jadi sebenarnya dia itu “mbah buyut”ku>>

Sunday, 18 November 2012

CINTA si TUPAI JUNIOR


CINTA si TUPAI JUNIOR
(18/11/12). Aku mulai nulis ini di atas ranjang bergambar Aladin di dalam kamar tidurku, karena diluar hujan. Kamar yang sangat berantakan, apalagi mejanya. Majalah, buku, celana olahraga, jaket, kemeja, ultraman semua ada di atas meja. Termasuk laptop dan hape. Maklum, sambil dengerin lagu dan smsan sama pacar (baru). #cie.
TAHUN 2010, KULIAH, SEMESTER PERTAMA. Sesuatu yang menggelegar bukan? Biasa aja ya. Ketika itu Aku biasa dipanggil Damar, bukan Aditya. Karena bukan Cuma aku tok yang nama awalnya Aditya. Pasaran. Bukan salah ibu, bapak, ketua RT atau siapapun kalo namaku pasaran, dan bukan soal nama juga yang mau aku certain disini. Sebenarnya Aku paling males kalo mengungkapkan keluguanku didepan umum, tapi gak apa-apa lah demi kemaslahatan masyarakat. #gak penting.