Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Wednesday, 1 October 2014

Kenapa harus memiliki semuanya? [part 1]



"Kamu adalah apa yang kamu miliki."

Berawal dari pertanyaan-pertanyaan sederhana dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. Karena hidup di zaman teknologi, jadi sebagian besar aktivitas kita juga menggunakan teknologi terapan yang menjadi alat bantu kerja, misalkan kompor untuk memasak, dan sebagai media atau penyalur komunikasi-informasi, seperti telepon untuk berbicara jarak jauh dan televisi sebagai sumber informasi dan hiburan. Dan akhirnya aku akan berbicara tentang KEBUTUHAN.

Dibeberapa kesempatan, aku bergabung (menemui; mendekati) sekelompok teman, beberapa teman di setiap kelompok pasti ada yang bertanya tentang kebutuhan teknologi kepadaku. Aku simpulkan percakapannya seperti ini:

“mas, Pin BBmu berapa?” tanya seorang teman kepadaku.
Aku memburu handphoneku dalam kantong, menyodorkannya sampai temanku benggong. “nih,” tak lupa kuberi senyuman biar enggak dikira sombong. “hehe.”
“hmm..” dia mengerutkan bibirnya dan sedikit tersenyum.

Apa aku menjengkelkan? Enggak laah..
Biasanya setelah percakapan itu terjadi, maka si lawan bicara akan pergi sementara dari hadapanmu atau kalaupun melanjutkan perbincangannya, pasti akan membahas hal lain.
Menurutku jawaban dari “Pin BBmu berapa?” diatas adalah jawaban yang paling efektif dan sempurna sampai detik ini  coba bandingkan dengan jawaban dan prediksi percakapan dibawah ini:

“mas, Pin BBmu berapa?”
“Oh aku enggak pakai BB dek, hehe”
“pasti pakai Android ya? Tapi belum download BBM ya?”
“Enggak dek, aku emang gak niat buat BBM,hehe”
“yaudah tapi pasti punya Whatsapp, Line, BeeTalk, WeChat, KakaoTalk, Instagram, Path kaaaan?”
“AKU CUMA PUNYA KAMUH!” saking emosinya sampai pengen ngomong gitu ya.. HAHA.

RIBET kan? Kebanyakan “hehe” sih.

Hmm.. Tapi sepertinya enggak enak kalau percakapan jadi gini:

“mas, Pin BBmu berapa?”
“oh aku belum punya hape dek, hehe”
“lhoh kenapa enggak beli? Ini aja punyaku hampir 4 juta buat chasingnya doang”
“ASTAGFIRULLAH! Buat apa mahal-mahal kayak gitu? Emang habis itu kamu jadi keren? Bisa terbang? IP Cumlaude? Balikan sama mantan? Disayang mertua? Bisa foto sama Maudy Ayunda gitu? HAH!”
Badannya gemetar. Sambil gigit jari, dia berkata dengan lirih, “apah?”
"Ngapain? Jangan-jangan kamu maksa ibu buat beli itu, ingat ibumu bukan wonderwomen yang bisa terus menahan rasa sakit karena menurutimu! Apa jangan-jangan lagi kamu mendapatkan uang itu dengan cara yang tidak sholehah! Jual bakso boraks, nasi gorang tikus, korupsi kuota impor daging sapi, korupsi dana haji, atau nipu orang jual hape second tapi ternyata hape bekas?!"

Eh, hape bekas itu hape second enggak sih? -_- Lupakan tentang hape bekas, tapi jangan lupakan attitude. Karena attitudelah yang membedakan antara anjing dan Superman. HOHO.

Kenapa harus memiliki semuanya? Apakah memiliki itu sesuatu kegiatan yang keadaannya selalu abadi? Apakah hal yang kita miliki akan selalu bersama kita? Apakah kesetiaan adalah hal abadi? Apakah arti memiliki itu? Apakah arti setia? Apakah arti abadi? – Kenapa ada banyak jawaban yang belum ditemukan untuk pertanyaan yang lebih banyak?

Memiliki dan setia adalah suatu harapan dalam perasaan. Keabadian adalah kondisi dan prediksi oleh sesuatu yang tidak abadi. Jadi keabadian hanyalah mitos, tak terbuktikan. – Menurutku.

Intinya: Apakah yang telah kita miliki adalah yang seharusnya kita miliki?

Jika muncul pertanyaan diatas maka akhirnya akan membicarakan tentang kemanfaatan. Ukuran kemanfaatan suatu hal, benda ataupun tindakan selalu bersifat Relatif. Relatifitas tersebut hadir karena takaran kemanfaatan/kegunaan sangat bergantung kepada siapa yang memanfaatkan dan menggunakannya. Di waktu dan kondisi tertentu kemanfaatan dapat berubah, menjadi lebih bermanfaat atau menjadi sebaliknya. Misalkan, Laptop. Mahasiswa semester akhir menggunakan laptop untuk proses penulisan skripsi, lebih bermanfaat dari pada pengangguran gaptek yang memegang laptop, laptop pun menjadi pengangguran mendadak. Beda hal dengan pecandu geme menggunakan laptop untuk bermain game dan membuang waktu dibanding pemulung yang menjual laptop hibah untuk membeli beras penyambung nyawa. Game = tersier dan Makan = primer.

Aku juga kadang bingung sih.

Aku enggak punya BlackBerry, Android, Whatsapp, Line, BeeTalk, WeChat, KakaoTalk, Instagram, Path, dan lain-lainnya yang belum aku ketahui dan yang belum ditemukan. Sms? Telpon? Aku cuma punya Facebook dan Twitter yang bisa berteman dengan teman secara maya walaupun aku bisa ketemu langsung secara nyata dengan mereka; aku cuma punya Blog yang bisa memuat tulisan, curhatan, makian yang akupun enggak harus bayar untuk sekadar memuatnya dan bahkan disana enggak ada editor cerewet yang semena-mena ngedit tulisanku; aku juga cuma punya Tumblr yang bisa memuat foto-foto yang secara bebas aku pamerkan disana, that’s my instagram; aku juga cuma ikut Postcrossing, disana bisa saling bertukar kartu pos antar Negara antar benua. Banyak jalan, dan itu enggak selalu sama.

Banyak media, banyak alat untuk menghapus jarak dengan cara yang tak langsung atau dengan perantara. Ketika mereka mulai semakin hidup, peneliti sosial gaya tradisional akan semakin mati. Pasti dalam pikiran kita merasa bahwa lebih baik bertatapan langsung daripada melalui media tak langsung, pasti. Karenanya masih ada kata “Kangen” walaupun setelah berkangen-kangenan lewat telepon. Karenanya masih ada alasan “Aku enggak bisa LDR-an” dalan akhir kisah cinta. Ah kalian.

Aku pernah tanya temanku:

“atas dasar apa kamu pada suatu waktu memilih aplikasi ini daripada aplikasi itu dan aplikasi lainnya?”
“hm.. aku tau maksudnya. Karena lagi suka aja pakai ini, lha temen-temen yang lain banyak yang pakai ini juga. Tergantung mood. Kemarin juga ganti sih karena ada yang baru lagi. Gitu sih, binggung jelasinnya.” Terangnya.
“berarti besok bisa ganti dong? Karena bosen, ada yang baru, atau temennya sepi. Gitu.”
“iya, gitu juga sih.” Dia sepakat.

Karena mood, perasaan dan keadaan. Enggak ada yang abadi. Guys, no one perfect!

Kebutuhan utama manusia secara individu yang sering dianggap remeh adalah interaksi. Interaksi terkadang tidak dianggap dalam kategori kebutuhan oleh manusia. Interaksi terjadi karena manusia memiliki kebutuhan dan keinginan lainnya. Misalnya, ketika mengarjakan soal, seorang siswa melakukan kesalahan dalam menulis jawaban, untuk membenarkan tulisannya dia harus meminjam penghapus yang dia tidak punyai kepada temannya. Nah, itulah interaksi karena kebutuhan yang lain.

Coba banyangkan, kalau setiap manusia secara individu memiliki apapun yang dibutuhkan!

Tuesday, 6 May 2014

FRIENDS



Free and never end.
Hai. Membahas teman, menurutku teman itu gratis dan tidak ada habisnya. Gratis, karena untuk mendapatkannya tidak memerlukan uang, upah ataupun upeti, malah kita bisa bebas memilih, bebas memilah. Saking gratis dan bebasnya, teman itu sangatlah banyak keberadaannya, berbagai jenis dan tipe juga. Menurutku kalimat “mencari teman” itu agak keliru, yang benar “memilih teman”, karena teman itu sudah tersedia dan tinggal memilihnya saja. Semua bisa dijadikan teman, karena pada awalnya mereka adalah teman. Banyak orang berucap “belajar malam dengan ditemani secangkir kopi”, nah secangkir kopi saja bisa disebut teman, apalagi individu-individu bernyawa yang tentunya ada di sekitar dan di keseharian kita. Misalnya tukang tambal ban, bapak tukang tambal ban itu membantu kita dalam membenahi ban kita yang bocor, mereka memiliki sifat dasar sebagai teman: membantu. Dan teman tambal ban tersebut menjadi teman kita dengan menempuh proses, salah satunya proses membantu, atau lebih luas lagi bernama interaksi.

Wednesday, 19 February 2014

Nak..

Wahai anak-anakku yang aku sayangi, walaupun aku tak pernah memberitahu kepada mereka atau bahkan kalian yang ingin tahu.
Wahai anak-anakku, juga kalian anak-anak yang sudah kuanggap sebagai anak-anakku. Berkumpul lah!
Berkumpul lah! Wahai kalian yang sempat pecah, kalian yang memecahkan diri untuk menyatu dengan dirimu, dengan cita-cita dan tujuanmu.
Aku menunggu kebersatuan kalian, menunggu suara gertakan kenyamanan yang kalian tinggalkan.
Kini tanpa kalian aku hanya siap perang.
Hanya bersama kalian aku siap menang!
Anak-anakku, bolehkan aku sebut ini perang? Ini perang yang direstui tuhan.
Perang yang mendamaikan.
Letakkan dengan aman sejenak ego negatifmu, gandeng erat tangan saudara disamping kalian, mereka juga anak-anakku.
Aku tak pernah mengizinkan kalian ikut perang, tapi ini perjuangan tentang apa yang kita tuliskan di kotak pertahanan lawan, ini tujuan kita.
Anak-anakku, maaf jika aku menjadi plin-plan. Memasukkan kalian di jurang perang.
Semoga kita kembali kerumah dengan jumlah yang sama.
 
-AKU, Ayah yang tak kalian kenal.

Monday, 6 January 2014

Tahun baru? (Imitasi, urgensi, resolusi dan sugesti)



“Yudha bobo dulu sanah, katanya kan ntar malem mau nyalain kembang api,” pinta Mama pada 31 Desember sore.
Pada pagi 1 januari aku terbangun dan menangis, “Mama kok endak bangunin aku?”
Imitasi.
Dulu terasa sangat kecewa hanya karena tertidur di malam tahun baru. Kenapa aku sebegitu pengennya merayakan tahun baru dengan kembang api yang menyebarkan madu kecerahannya? Percakapan tadi berlangsung ketika aku masih kanak-kanak, sekitar angkatan muda waktu SD. Ya, semuanya karena ada kejadian serupa yang sebelumnya pernah terjadi dan aku menirunya. Dalam teori dasar Interaksi di Sosiologi ada yang namanya Imitasi dan Identifikasi, inti dari kedua istilah itu adalah adanya kehendak dalam setiap individu untuk melakukan proses meniru, menginginkan untuk menjadi sama, dan pada tingkatan paling akhir dalam proses itu individu akan menemukan tokoh yang diidolakan. Dalam kaitannya dengan malam tahun baru, memoriku ketika masa kanak-kanak merekam kegiatan malam tahun baru yang dilakukan pemuda lingkunganku saat itu, nongkrong di jalan utama meniup trompet, mengenakan topi kerucut dan menyalakan kembang api. Mungkin seperti kakak tingkat yang mengospek adik tingkatnya kerena dulu juga kena ospek, tapi kembang api tak seseram ospek kok, hehe. Aku pengen, karena orang sebelumnya juga melakukannya. Kenapa aku tidak boleh melakukannya?

Thursday, 26 December 2013

Rumah yang Tak Ramah


Kata seorang temanku, aku adalah individu yang memiliki tipe pengamat. Menurutku, “pengamat” merupakan aspek yang wajib ada dalam diri kita sebagai makhluk sosial, ini tak pernah ada di pelajaran Sekolah Dasar. Jika “mengamati” termasuk ke dalam “tipe”, berarti keberadaannya menjadi sangat fleksibel. Bisa ada, boleh tidak. Karena mengamati sejatinya adalah melatih daya pikir dan kepekaan. Sebagian temanku juga menyebutku sebagai orang yang sinis dalam berkata dan dalam memberikan komentar. Aku berbicara terhadap apa yang aku lihat dan pikirkan. Pengamat harus obyektif, tetapi subyek tetap menjadi  variabel yang sangat penting. Tak kalah penting adalah tak pernah ada niat untuk menyakiti siapapun dengan cara apapun, apalagi dengan lisan ini. Sorry.
Aku mengabadikan tulisan ini (Menulis untuk keabadian, -Kata teman di keluarga organisasi yang aku ikuti. Jadi sekarang aku tak pernah menulis tulisan, tapi mengabadikannya) atas hasil pengamatan dasar yang sudah aku lakukan. Mengunakan “Akal dan Penginderaan”, dengan lincah aku membuat kesimpulan. Walaupun pemikir seharusnya tidak boleh cepat-cepat mempercayai dan mengambil kesimpulan, bahkan menjadikan kesimpulan sebagai tujuan. Haram!

Wednesday, 13 November 2013

ATTACK THE DAY! (KELUHAN, TUJUAN DAN CITA-CITA)



Sebuah Keluhan
Setiap hal yang kita inginkan sebaiknya dan biasanya harus memerlukan usaha, kecuali kalau kita adalah tuhan. Tapi sebenarnya kita memang benar-benar tuhan bagi diri kita sendiri. Hal yang kita inginkan sangat beragam, usahanya pun juga demikian. Keinginan membutuhkan usaha, dan usaha harus memiliki fokus tujuan. Hal itu intuk menghindari perputaran tanpa ujung.
Aku berusaha mati-matian setiap harinya, untuk menjadi orang yang lebih baik dari hari sebelumnya. Predikat “Terbaik” bukanlah sebuah destinasi dari apa yang aku lakukan dan pikirkan setiap hari. aku mencari dan mengumpulkan semua hal yang menurut mayoritas adalah “hal baik”, kemudian memilahnya berdasarkan kecocokan penilaianku dan mereka yang aku sebut mayoritas. Aku sadar bahwa ini adalah keluhan.
Kenapa kita mengeluh? Karena kita punya kehendak untuk mengeluh. Kenapa bisa muncul kehendak seperti itu? Karena ada sesuatu hal yang kita kehendaki belum muncul, atau hal yang tidak kita kehendaki malah muncul. Artinya adanya ketidaksesuaian atau kesenjangan antara harapan dan realita. Karena hidup selalu mengejutkan dan penuh kejutan, tenang.
Destinasi? Destinasi adalah harga atau uang dalam Tour Agency, atau judul film seru yang agak menakutkan Final Destination. Setidaknya mereka adalah hal-hal yang aku pikirkan ketika mendengar kata Destinasi pada masa remajaku. Karena aku merasakan hidup pada akhir-akhir ini, jadi Destinasi adalah tujuan hidup. Dan tujuan hidup adalah sesuatu hal yang dianggap penting, serta diperjuangkan dengan segala usaha-usaha yang dirumuskan. Tetapi terkadang tujuan bisa berubah secara mendadak, dan artinya ada ketidakcocokan antara usaha dan tujuan, keduanya tidak ada hubungannya. Tapi percayalah, tidak ada hal yang sia-sia. Seperti tujuan, usaha pun bisa berubah-ubah.

Tuesday, 1 October 2013

Tired to be human, I want to be a zombie.



Zombie atau zombi adalah sebutan untuk mayat hidup dalam sistem kepercayaan Voodoo orang Kreol dan Afrika-Karibia. Zombi adalah manusia dengan roh yang sudah dicuri lewat cara supranatural atau perdukunan, dan dipekerjakan sebagai budak yang mengabdi pada "majikan zombi" di perkebunan terpencil. Versi zombi yang lebih menakutkan dan suka memakan manusia sering diangkat menjadi cerita fiksi horor. -Wikipedia. Ensiklopedia Bebas.

Jadi apa itu Zombie? Bebas!

Jika ada pilihan: Manusia atau Zombie? Sebenarnya aku akan lebih memilih Zombie menjadi diriku, ataupun diriku terlahir sebagai Zombie. Sama saja. Bukan karena mereka lebih "baik" secara fisik dibandingkan saya. Ada juga kok Zombie yang "Ganteng" di film Warm Bodies, film Zombie Romantis. (Ganteng, menurut adikku cewek)

Wednesday, 14 August 2013

WHY?




WHY ?

(Aku bertemu dia)



(2/8) Jum’at itu memang seperti biasanya, dan semua orang tetap memberinya nama “hari pendek”. Padahal menurutku semua hari itu sama, 24 jam. Hari itu aku tetap ke kampus tidak kuliah, mengurusi surat-surat organisasi. Entah apa yang aku pikirkankan, melakukan hal yang tak pernah aku bayangkan sejak akan masuk perguruan tinggi. Sepi, jangankan mahasiswa biasa-biasa itu, teman-teman se-organisasiku pun juga sudah mulai pergi meninggalkan kampus a.k.a Mudik. Just enjoying my way.

Do: Waiting.

Aku masih duduk di Shelter menunggu seseorang dan sesuatu yang ia bawa. Janah dan surat, aku menunggu mereka. Yakin deh ini akan membosankan, dan ternyata keyakinanku dikuatkan oleh sebuah SMS dari Janah yang masuk ke Hapeku. “Dit bantar yo, aku mandi dulu.”

Monday, 24 June 2013

SITUATION




(Kamis,20/06/13). “Kayak’e sih Santai-santai wae ki.. Kayak’e sih Tenang Lancar wae ki.. Asline yo Galau dewe. Amsyong!” ß Status Facebook ku yang udah aku hapus. Dan kakakku langsung mengkonfirmasi lewat telpon dari Jakarta. Dan aku menjawab “Hehe.. Enggak.” Aku nulis catatan ini mungkin karena situasinya juga mendukung. Malam, hujan, di kamar dan habis nonton film. Perahu Kertas, Maudy Ayunda. Hwhw..

Wednesday, 19 June 2013

Harapan





“Kalo kamu terus-terusan membandingkan Harapan dan Realita, jangan harap tuhan mengabulkan harapanmu selanjutnya”.

Harapan dalam hidup itu sangatlah baik, bisa menjadi motivasi ataupun standard target, capaian dan rencana yang harus dicapai/dilakukan. Harapan atau yang juga biasa disebut impian, hope ataupun dream ini bisa dimaksudkan untuk cita-cita atau cinta, mungkin juga berbentuk do’a. Membahas harapan jadi ingat waktu zaman Sekolah Dasar (SD), mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa masa-masa sekolah khususnya saat SD itu, kita telah/mencoba melakukan hal yang repot/rempong atau tidak afektif karena 2 kali kerja, yaitu: 1. Menggantungkan Cita-cita/Harapan setinggi langit, dan 2. Meraihnya kembali. Ah, Eksplorasi anak dibawah umur itu. Mamaku sering bernasehat sebelum aku berangkat sekolah. Pada zaman SD sebelum aku berangkat ke sekolahan, mamaku selalu menepuk pundakku dan dengan sok misterius bilang “Nak, teruslah bermimpi”. Dan aku pun menaatinya, tidur di kelas.

Friday, 23 November 2012

MY SECOND MAMA




Hay. Masih disuasana musim hujan, sambil bersandar ditembok kamar aku nulis tulisan ini. Semua orang rumah sudah tertidur, terakhir adalah suara bapakku yang membangunkan adikku yang tertidur di depan tv agar masuk ke kamar. Aku cuma mau bilang dan cerita kalo aku kangen nenekku (super grand-Ma) <<ibu dari ibunya ibuku, jadi sebenarnya dia itu “mbah buyut”ku>>

Sunday, 18 November 2012

CINTA si TUPAI JUNIOR


CINTA si TUPAI JUNIOR
(18/11/12). Aku mulai nulis ini di atas ranjang bergambar Aladin di dalam kamar tidurku, karena diluar hujan. Kamar yang sangat berantakan, apalagi mejanya. Majalah, buku, celana olahraga, jaket, kemeja, ultraman semua ada di atas meja. Termasuk laptop dan hape. Maklum, sambil dengerin lagu dan smsan sama pacar (baru). #cie.
TAHUN 2010, KULIAH, SEMESTER PERTAMA. Sesuatu yang menggelegar bukan? Biasa aja ya. Ketika itu Aku biasa dipanggil Damar, bukan Aditya. Karena bukan Cuma aku tok yang nama awalnya Aditya. Pasaran. Bukan salah ibu, bapak, ketua RT atau siapapun kalo namaku pasaran, dan bukan soal nama juga yang mau aku certain disini. Sebenarnya Aku paling males kalo mengungkapkan keluguanku didepan umum, tapi gak apa-apa lah demi kemaslahatan masyarakat. #gak penting.

Thursday, 7 June 2012

HEY MOON!

Waktunya pulang ke rumah...
Berharap bertemu Bulan yang indah lagi,
Jika bertemu lagi, ya aku akan berhenti, turun dari motor, dan duduk.
Duduk di bawah, beralaskan rumput yang mulai dingin

Thursday, 24 May 2012

My First Stand Up Comedy

 
Aku berani Stand Up Comedy? Aku jadi Comics? Apa sih yang gak bisa aku lakuin? *ditampar mama* (gak boleh sombong)
Pas jam 20.00 wib 12 Mei 2012 malam minggu itu, aku tampil pada urutan ke-2 setelah Mas Tambak alias Tambier, aku sebenarnya menggantikan temanku Imron alias Ipong *karena dia enggak pede* (mungkin), berarti kalo di hitung-hitung persiapanku kurang-lebih 2 hari. Pengalaman pertama yang lumayan mendebarkan itu terjadi ketika perayaan Hari Ulang tahun LPM MOTIVASI tercinta yang ke-26. Dalam acara tersebut terdapat beberapa pensi (1) Stand up comedy, (2) Musikalisasi Puisi, (3) Drama Modern, dan (4) Ketoprak Kontemporer

PENGENNYA SIH.. (MANUSIA)

"manusia itu hanya pengen, pengen, dan pengen" -anonim

Pengannya sih blog ini penuh, sepenuh penuhnya. Sampai gak ada tempat untuk tulisan-tulisan ini, sampai keyboard di laptop ini gak ada tulisannya, sampai manusia gak bisa baca lagi, sampai aku gak bisa ngetik lagi, dan sampai manusia gak pengen-pengan lagi.

Tapi apa daya, aku hanya punya 24 jam dalam sehari, hanya punya 7 hari dalam seminggu, dan hanya punya 1 hati untuk mencintai #nevermind.. Aku juga manusia yang punya kesibukan rutin, seperti kuliah, berorganisasi, makan, minum, berpikir, dan galau.. #eh itu dulu..

Jadi maaf-maaf saja kalo Blog yang diwajibkan untuk dimiliki oleh setiap anggota keluargaku ini belum terlalu bisa Update.. hehehe..

Wednesday, 23 May 2012

KISAH TANAH

oleh Amanda Veranita pada 3 Mei 2011
aku  tak akan dan tak pernah menyesal mencintainya..
tapi aku menyesal karna kasih yang ku tanam tak sekokoh beringin..
tak setegar anggrek hutan..

tapi justru seperti krisan

indah, menghanyutkan, tapi rapuh..

Friday, 4 May 2012

SEKOLAH DASAR (DASAR SEKOLAHAN!)

-->
SEKOLAH DASAR (DASAR SEKOLAHAN!)
“Lingkungan (Sekolahan) itu tidak berpengaruh! Yang penting individunya!” –noisy neighbor-
Sekolah Dasar STARFRUIT #O1 (nama aslinya sih Blimbing, agar easy-listening aku inggriskan) adalah sebuah sekolah yang memberikan banyak cerita, gembira, sedih dan bahkan cerita memalukan. Sekolah Dasar adalah sebuah hal terpenting bagi kehidupanku, karena kalau aku tidak masuk SD, aku juga tidak akan masuk SMP, SMA, dan Kuliah seperti sekarang. Terletak di pinggir jalan agak lebar, tapi tidak sempit, yang pasti jalan utama itu ramai. Ramai tabrak-lari (kalau ada yang nabrak, warga lari trus pelaku digebukkin deh. Pelakunya juga lari, terus nabrakin dirinya sendiri *gakjelas*). SD STRFRT #01 merupakan sekolahan yang terkenal berkualitas bagus, agak mahal, dan yang terpenting adalah disekolahan itu hanya terdapat sedikit murid yang tergolong Blo-on, yang Blo-on banget banyaaaaakk.. Dan rumornya dulu, sekolahan itu adalah kepunyaan dari pendiri Microsoft, BILL GATES. Ya karena, dompet Bill Gates jatuh, ditemu Satpam, terus dibeliin semen Holcim. Jalan depan sekolahan itu juga dibikin dari semen Holcim, di jalan itu juga Satpam itu bonyok karena mencoba meroyok pelaku tabrak-lari. Kok si Satpam malah bonyok? Lha ngeroyoknya Cuma sendirian, yang menangan pelakunya laah. *gakjelaslagi*.